Oleh: Rahmat, S. Ag. MA
DEFINISI
SHIYAM (PUASA)
Puasa yang dalam bahasa Arab As Shiyam
dari segi Etimologis (bahasa) adalah menahan diri; Sedang dari segi
Terminologis (Istilah syara’) : Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa
(makan,minum,jima’ dll) dengan syarat syarat tertentu.
KEWAJIBAN
PUASA
Puasa bulan Ramadhan adalah salah satu
rukun Islam yang merupakan kewajiban yang ditetapkan Allah. Pengetahuan tentang hal ini adalah sesuatu yang
niscaya dalam Islam. Al-Qur’an, Sunah dan Ijma’ menjadi dasar hukumnya.
Allah SWT berfirman:
]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ
الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ[ (البقرة: 183).
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas
kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu
bertaqwa.” (Al-Baqarah:
183).
( كُتِبَ ) artinya diwajibkan.
]شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدىً
لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ
الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ
أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ
وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ[ (البقرة: 185).
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah)
bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan
yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat
tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang
siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya
berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.
Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan
hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah
atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Al-Baqarah: 185).
(فَلْيَصُمْهُ ) adalah perintah; dan
perintah itu ditujukan untuk sesuatu yang wajib.
Rasulullah saw bersabda.:
بُنِيَ الْإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ... صَوْمِ رَمَضَانَ...
(متفق عليه)
Artinya: “ Islam di bangun di atas lima perkara:……
di antaranya Puasa (Muttafaq Alaih).
Dan Umat Islam telah sepakat (ijma’) bahwa
puasa itu wajib hukumnya, dan barangsiapa yang mengingkarinya maka ia telah
keluar dari Islam.
KEUTAMAAN
PUASA
1. Puasa adalah ibadah
khusus yang diberi pahala istimewa oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ اللهُ : كُلُّ عَمَلِ بْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ
الصِّياَمُ فَإِنَّهُ لِيْ وأنا أجزي به، والصيام جنة، وإذا كان يوم صوم أحدكم فلا
يرفث ولا يصخب فإن سابه أحد أو قاتله فليقل إني امرؤ صائم، والذي نفس محمد بيده
لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك، وللصائم فرحتان يفرحهما إذا أفطر فرح
بفطره وإذا لقي ربه فرح بصومه. (متفق عليه).
“Allah SWR berfirman: “Setiap amal anak Adam (manusia) itu
membawa manfaat bagi dirinya sendiri kecuali puasa, karena puasa adalah untukKu
dan Aku sendirilah yang akan membalasnya. Puasa itu adalah perisai. Apabila ada
hari puasa salah seorang di antara kalian, maka janganlah ia berkata kotor dan
gaduh. Jika seorang memakinya atau memusuhinya, hendaklah ia mengatakan:
“Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam
genggamanNya, bau mulut orang yang sedang berpuasa lebih harum di sisi Allah
daripada bau minyak kesturi. Orang yang berpuasa mengalami dua kegembiraan
yaitu; kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika betemu Tuhannya
karena besarnya pahala puasa.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
2. Ar-Rayyan adalah nama satu pintu di surga yang
tidak dimasuki kecuali oleh orang-orang yang berpuasa.
Rasulullah SAW bersabda:
إن في الجنة بابا يقال له الريان يدخل منه الصائمون يوم
القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم يقال أين الصائمون فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم فإذا
دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد. (متفق عليه).
“Sesungguhnya di dalam surga ada pintu
yang bernama Ar-Rayyan (pintu kesegaran), di mana nanti pada hari kiamat
orang-prang yang berpuasa akan masuk lewat pintu itu, dan tidak seorangpun yang
dapat masuk lewat pintu itu selain mereka, dimana penjaga pintu mengucapkan:
“Mana orang-orang yang berpuasa?” kemudian mereka pun berdiri, tidak ada
seorangpun selain mereka yang boleh masuk lewat pintu itu. Apabila mereka telah
masuk pintu surga maka ditutuplah pintu itu. Maka dari itu tidak ada seorang
pun yang dapat masuk lewat pintu itu selain mereka yang selalu berpuasa.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
3. Ampunan Allah adalah apa yang akan diraih oleh orang-orang yang
berpuasa Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala di sisiNya.
Rasulullah SAW bersabda:
من صام رمضان
إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه. (متفق عليه).
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman
dan mengharap pahala kepada Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
4. Puasa adalah
penghapus (kaffarah) dosa-dosa.
Rasulullah bersabda:
الصلوات الخمس والجمعة إلى الجمعة ورمضان إلى رمضان مكفرات
لما بينهن إذا اجتنب الكبائر. (رواه مسلم).
“Shalat lima waktu, shalat Jum’at ke
shalat Jum’at dan puasa Ramadhan ke puasa Ramadhan adalah penghapus dosa-dosa
di antara waktu-waktu tersebut selama dihindarkannya dosa-dosa besar.” (HR. Muslim).
5. Puasa akan memberi syafaat
(pertolongan) di hari kiamat.
Rasulullah SAW bersabda:
الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة يقول الصيام أي رب
منعته الطعام والشهوات بالنهار فشفعني فيه ويقول القرآن منعته النوم بالليل فشفعني
فيه قال فيشفعان. (رواه الإمام أحمد وصححه الألباني).
“Puasa dan Al-Qur’an memberi syafaat
(menolong) seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Tuhanku, aku telah
mencegahnya dari makanan dan hawa nafsu di siang hari, maka kabulkanlah
permohonanku kepadaMu agar Engkau menolongnya.” Al-Qur’an berkata: “Ya Tuhanku,
aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari, karena itu kabulkanlah
permohonanku kepadaMu agar Engkau menolongnya.” Maka Allah pun mengabulkan
permohonan mereka berdua.” (HR. Ahmad dan disahihkan oleh Al-Albani).
MANFAAT
PUASA
Puasa termasuk ibadah yang paling
bermanfaat dan paling besar peranannya dalam membersihkan jiwa. Di antara
manfaat-manfaatnya adalah:
1. Ia menanamkan di
dalam hati rasa takwa kepada Allah dan rasa takut untuk melakukan
perbuatan-perbuatan yang diharamkanNya.
Allah SWT berfirman:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ}
(البقرة: 183).
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan
atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar
kamu bertakwa.”
(Al-Baqarah: 183).
2. Ia melatih manusia
untuk bersifat sabar, memiliki daya tahan dan memberikannya kekuatan untuk
mampu meninggalkan perbuatan dosa yang kerap disenangi jiwa manusia. Puasa
memberikannya pendidikan praktis untuk bersabar dan melupakan perbuatan dosa
tersebut hingga ia mampu benar-benar meninggalkannya. Seorang perokok madat
misalnya, dengan berpuasa ia akan sangat mudah meninggalkan kebiasaan buruknya
itu. Begitu pula dengan perbuatan dosa lainnya.
3. Ia melatih manusia
untuk mampu mengalahkan hawa nafsunya yang selalu mengajaknya untuk berbuat
dosa.
4. Ia memudahkan manusia
untuk melakukan segala ketaatan dan kebaikan.
5. Ia melembutkan
perasaan dan memudahkannya untuk selalu berzikir mengingat Allah, serta
menghalanginya dari segala hal yang berpengaruh negatif.
6. Menanamkan kecintaan
kepada ketaatan dan kebencian terhadap maksiat.
7. Ia melemahkan
semangat meraih gemerlapan dan syahwat dunia, sebaliknya menambah semangat
menggapai kebahagiaan akhirat.
8. Ia menumbuhkan rasa
kasih sayang dan solidaritas terhadap orang-orang miskin.
9. Membiasakan seseorang
untuk pemantangan makan dan makanan
(diet), dimana hal ini adalah obat yang mujarab.
10. Ia membantu mereka
yang belum menikah untuk mampu menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan.
KEUTAMAAN
RAMADHAN
Bulan Ramadhan memiliki beberapa keutamaan
khusus selain keutamaan puasa yang telah disebutkan di atas. Di antaranya:
1. Terbukanya
pintu-pintu surga.
2. Tertutupnya
pintu-pintu neraka.
3. Terbelenggunya
setan-setan.
Rasulullah e
bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ
النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ. (متفق عليه).
“Apabila bulan Ramadhan datang, maka
dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta
dibelenggulah setan-setan.” (Muttafaq Alaih).
PENETAPAN
AWAL RAMADHAN
Wajibnya puasa bulan Ramadhan dimulai
sejak diketahuinya awal bulan tersebut. Ada tiga cara untuk mengetahui awal
bulan Ramadhan:
1. Melihat bulan.
Allah SWT berfirman:
]فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ[ (البقرة: 185).
“Karena itu, barangsiapa di antara kamu
hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa
pada bulan itu.”
(Al-Baqarah: 185).
Rasulullah SAW bersabda:
صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته. (متفق عليه).
“Berpuasalah bila kalian melihat bulan
(Ramadhan) dan berbukalah bila kalian melihat bulan (Syawwal).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Catatan: Disunahkan untuk berdoa pada saat melihat bulan:
اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان والسلامة والإسلام ربي
وربك الله. (رواه الترمذي وأحمد وصححه الألباني).
“Ya Allah, terbitkanlah bulan itu kepada
kami dengan sentosa, iman, selamat dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah
Allah.” (HR. At-Turmudzi
dan Ahmad, serta disahihkan oleh Al-Albani).
2. Kesaksian atau
pemberitahuan seseorang yang adil dan mukallaf bahwa ia melihat
bulan.
Ibnu Umar t berkata:
تَرَاءَى النَّاسُ الْهِلَالَ، فَأَخْبَرْتُ رَسُوْلَ اللهِ
e أَنِّيْ رَأَيْتُهُ، فَصَامَ وَأَمَرَ
النَّاسَ بِصِيَامِهِ. (رواه أبو داود وصححه الألباني).
“Orang-orang berusaha melihat bulan
(Ramadhan), lalu aku memberitahukan Rasulullah e bahwa aku telah melihatnya, maka Ia pun berpuasa
dan memerintah-kan kaum muslimin untuk berpuasa.” (HR. Abu dawud dan disahihkan oleh Al-Albani).
3. Melengkapkan bulan
Sya’ban tigapuluh hari. Cara ini dipilih bila bulan tidak terlihat sama sekali
pada malam ke-30 Sya’ban.
Rasulullah e bersabda:
{إِنَّماَ الشَّهْرُ تِسْعَةٌ وَعِشْرُوْنَ يَوْمًا، فَلاَ تَصُوْمُوْا
حَتَّى تَرَوْا الْهِلاَلَ، وَلَا تُفْطِرُوْا حَتَّى تَرَوْهُ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ
فَاقْدِرُوْا لَهُ} (متفق عليه).
“Sesungguhnya bulan itu ada duapuluh
sembilan hari. Maka janganlah berpuasa hingga kalian melihat bulan dan
janganlah berbuka hingga kalian melihat bulan. Tapi bila awan mendung
menghalangi penglihatan kalian, maka hendaklah kalian kira-kirakan bulan itu.” (Muttafaq Alaih).
( فاقدروا له ) maknanya adalah sempurnakanlah
bulan Sya’ban tigapuluh hari.
Rasulullah SAW bersabda:
{فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَعِدُوْا ثَلَاثِيْنَ} (متفق عليه).
“Tapi bila awan mendung menghalangi
penglihatan kalian, maka hendaklah kamu genapkan bulan itu menjadi tigapuluh
hari.” (HR. Al-Bukhari
dan Muslim).
والله
أعلم بالصّواب
Penulis merupakan Guru Bahasa Arab di MAN 1 Pandeglang





Tidak ada komentar:
Posting Komentar